Chat with us, powered by LiveChat

Pelatih Mana Yang Lebih Jenius Zinedine Zidane, Jose Mourinho, Jurgen Klopp Dan Pep Guardiola

Bandar54 Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane, sekali lagi membuktikan dirinya menjadi pelatih terbaik di dunia. Ia sudah menuntun Los Blancos melewati musim berat dan panjang untuk menjuarai La Liga 2019/2020.

Kualitas Zidane tidak bisa dipandang sebelah mata, pernah menuntun Real Madrid menjuarai Liga Champions. Tiga musim beruntun pada era pertamanya dari era keduannya dia sukses membangkitkan tim yang bercerai – berai.

BANDAR BOLA

Walaupun begitu, entah mengapa pelatih Zidane masih tidak di juluki sebagai pelatih yang jenius. Ia masih dipandang belum sehebat Josep Guardiola, Jorgen Klopp dan Jose Mourinho.

Nasib Zidane ini memancing komentar dari pelatih Timnas Algeria, Djamet Belmadi yang bahwa Zidane layak mendapatkan respek baik. Pedapatnya yang membuat Zidane tidak disebut pelatih genius dikarenakan taktiknya.

BANDAR BOLA EURO 2020

Zidane tidak memiliki sebuah taktik khasnya,Guardiola gegenpressing miliki Jorgen Klopp atau serangan balik ala pelatih Jose Maurinho, Zidane memainkan taktik standar namun sudah cukup membawa Madrid menjadi juara.

Saya kagum dengan, Guardiola, Klopp, Zidane jangan lupa Zidane merupakan pelatih terhebat andai Mourinho atau Guardiola menjuarai Liga Champions. Tiga musim secara beruntun kita bakal menyebut mereka pelatih yang jenius.

BANDAR BOLA EURO

Singkatnya bagi penikmat sepak bola, memiliki standar yang rumit soal pelatih jenius umumnya pelatih yang memiliki teknik special. Bisa dikatakan jenius yang membuat sepak bola dengan gaya yang bermain baru.

Akan tetapi pelatih – pelatih, itu tidak satupun bisa mempersembahkan trofi beda dengan Zidane yang cukup dengan taktik standarnya saja tapi sudah bisa menuntun timnya. Untuk menjadi yang terbaik dan menjuarai trofi demi trofi.

EURO 2020

Disisi lainnya, kita juga sering membahas soal filosofi sejumlah pelatih tidak pernah mendapatkan apa pun. Dan sangat luar biasanya sebenarnya apa yang kita inginkan sambung dari Belmadi.

Apakah kita menilai kualitas, tim dengan pelatih dari trofi mereka atau filosofi yang terbaik. Itu semua tidak bisa menjaminkan fans atau penonton berharapan anda menjadi juaranya.